Berkarya Bersama, Cara Para Penerima SATU Indonesia Awards Meningkatkan Pendidikan di Kampung Halamannya

Hal yang pertama terlintas ketika mendengar kata “berkelanjutan” adalah memberikan pembekalan ilmu kepada kelompok tertentu, agar mereka dapat melanjutkan hidupnya. Dua penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards ini berfokus di bidang pendidikan, untuk memberikan pengetahuan yang dibutuhkan untuk masa depan yang berkelanjutan.

Ada yang bilang bahwa dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak. Hal ini juga yang saya sadari sebagai orang tua. Pendidikan bukanlah sesuatu yang bisa dikerjakan sendirian, namun setiap lapisan masyarakat memiliki perannya sendiri dalam membangun bangsa.

Gardian Muhammad dan Kolaborasi Gerakan Mengajar Desa

Gardian Muhammad Abdullah adalah pemuda asal Cianjur, pendiri dan CEO Gerakan Mengajar Desa. Terinspirasi oleh sang ayah, yang sering mengajaknya ikut mengajar di salah satu SMP dekat rumah, Gardian kemudian menemukan passionnya di bidang sosial. Cianjur sendiri, menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2023 memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 68,18, terendah di antara Kabupaten dan Kota lainnya di Jawa Barat.
Gerakan Mengajar Desa (photo by Detikcom)

Pada salah satu wawancara dengan media ookal, Gardian menyebutkan bahwa pada awal didirikan di 2018, Gerakan Mengajar Desa hanya memiliki 150 relawan. Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota dan relawan yang bergabung semakin banyak, hingga mencapai angka 18 ribu di tahun 2024 ini. Ini membuat gerakan yang dimulainya menjadi salah satu gerakan kepemudaan di bidang pendidikan yang terbesar di Indonesia. Semangat gotong royong bersama inilah yang membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu manusia, namun perlu kebersamaan untuk membuatnya jadi berkelanjutan.

Gerakan Mengajar Desa merupakan gerakan pengabdian masyarakat, terbuka bagi siapa saja yang terpanggil untuk memajukan pendidikan Indonesia. Dilansir dari website resminya, gerakan ini telah menggapai 30 ribu penerima manfaat, melalui lebih dari 4500 tutor di 144 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Sekolah Robotik Pertama di Klaten oleh Agur Yuke Mulia

Perkembangan zaman cenderung berlangsung cepat dan terpusat. Misalnya saja, ketika kita bicara teknologi, anak-anak dan pelajar yang tinggal di kota besar tentunya memiliki akses yang lebih luas terhadap pembelajaran dengan teknologi terkini dibandingkan mereka yang tinggal di daerah.

Acara 17 Agustus dengan Robot di Sekolah Robot Klaten (photo by Kabarkita)

Alkisah, seorang pemuda asal Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, membuka Rotobot Robotic School. Agur Yuke Mulia adalah lulusan D3 Politeknik Mekatronika, Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta, yang memilih untuk membuka sekolah robotik pertama di kota asalnya.

Perjalanannya dimulai dari permintaan satu orang tua untuk mengajarkan anaknya cara membuat robot. Pada awalnya, Agur mengajar secara privat di rumah sewaan. Kemudian permintaan bertambah dan Robotot berkembang menjadi sekolah robotik dengan kurikulum dan belasan pengajar. Bukan hanya sekedar mengajarkan anak-anak tentang robotik, Agur juga mendorong mereka berkompetisi. Hasilnya, anak-anak yang dididiknya sukses memenangkan kompetisi robotik tingkat Asia.

Agur mengakui, di salah satu wawancaranya dengan media lokal, bahwa berjuang sendirian itu berat. Memajukan dunia robot di Indonesia perlu banyak tangan dan kepedulian, baik dari masyarakat sekitar maupun dari pemerintah. Dari les privat menjadi sekolah robotik, kini Agur adalah Direktur LKP Autobots School Klaten yang membimbing murid-murid untuk mengembangkan robot. Robot-robot yang sudah dihasilkan mendapatkan perhatian media, mulai dari generator penangkal COVID-19 hingga robot pramusaji. Tahun 2023 yang lalu, LKP Autobots School mengadakan upacara robot untuk menyambut HUT RI ke-75.

Secara umum, pendidikan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak di masyarakat. “Bersama, Berkarya, Berkelanjutan” yang diusung Anugerah Pewarta Astra tahun ini sejalan dengan potensi besar para penggerak pendidikan untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat. Dengan mengedepankan kolaborasi dan inovasi, pendidikan dapat menjadi katalisator dalam menghadapi tantangan global dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Tentang SATU Indonesia Awards

SATU Indonesia Awards adalah penghargaan yang diberikan oleh PT Astra International Tbk sebagai apresiasi kepada anak muda Indonesia yang berkontribusi positif bagi masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi. Penghargaan ini pertama kali diadakan pada tahun 2010. Tahun ini, belasan ribu anak muda dari seluruh Indonesia berpartisipasi di dalamnya.

Comments

Popular Posts